Jumat, 13 November 2009

Analisis Teks SISTEM POLITIK DI MASYARAKAT BALI

  1. Karangan eksposisi

SISTEM POLITIK DI MASYARAKAT BALI

Desa di Bali dibuat berdasarkan kesatuan tempat. Sebagian tanah di wilayah Bali adalah milik para warga desa sebagai individu, dan sebagian lagi adalah tanah yang ada di bawah hak ulayat desa. Tanah hak ulayat desa ini dapat diberikan kepada pamong desa, pejabat desa, atau kepada warga desa yang membutuhkan. Pamong desa dan pejabat desa itu sendiri harus mengembalikan tanah tersebut kepada desa bila mereka berhenti. Desa berhak mencabut kembali tanah yang diberikan kepada warga desa bila perlu.

Desa-desa di daerah pegunungan biasanya mempunyai pola perkampungan memusat (sstem banjar). Banjar dikepalai oleh kepala yang disebut klian banjar (kliang). Ia dipilih untuk suatu masa jabatan tertentu oleh warga banjar. Tugasnya tidak hanya menyangkut urusan dalam sosial banjar sebagai suatu komunitas, tetapi juga kehidupan keagamaan. Ia juga harus memecahkan soal-soal hukum adat tanah dan bertanggung jawab kepada pemerintah di atasnya.

Selain kesatuan wilayah (sistem banjar) di Bali terkenal juga kesatuan keagamaan yang ditentukan oleh suatu kompleks kuil desa yang disebut keyengan tiga, yaitu: pura puseh, pura bale agung, pura dalam. Pura puseh, dan pura bale agung ada kalanya dijadikan satu menjadi pura desa. Kesatuan lainnya adalah organisasi dan perkumpulan seperti subak dan seka.

Selain kesatuan wilayah (sistem banjar) di Bali terkenal juga kesatuan keagamaan yang ditentukan oleh suatu kompleks kuil desa yang disebut keyengan tiga, yaitu: pura puseh, pura bale agung, pura dalam. Pura puseh, dan pura bale agung ada kalanya dijadikan satu menjadi pura desa. Kesatuan lainnya adalah organisasi dan perkumpulan seperti subak dan seka.

Subak merupakan organisasi pengaturan irigasi yang mempunyai seorang kepala sendiri (klian subak) yang bertanggung jawab kepada adat (sedahan agung). Hal ini disebabakan orang yang menjadi warga subak tidak semuanya sama denagn orang yang menjadi warga banjar. Warga subak adalah pemilik atau penggarap sawah yang menerima air irigasi dari bendungan-bendungan yang diurus oleh subak.

Seka merupakan suatu organisasi yang bergerak dalam lapangan kehidupan khusus. Organisasi ini ada yang didirikan untuk waktu yang lama dan mencakup beberapa generasi secara turun temurun, ada juaynag bersifat sementara. Fungsi seka adalah menyelenggarakan hal-hal atau upacara-upacara yang berkenaan dengan desa. Misalnya, seka baris (perkumpulan tari baris), seka truna (perkumpulan para pemuda), seka daha (perkumpulan paea gadis-gadis). Seka-seka tadi sifatnya permanen dan didirikan untuk waktu yang lama. Seka-seka yang bersifat sementara didirikan berdasarkan suatu kebutuhan tertentu. Misalnya, seka memula (perkumpulan menanam), seka manyi (perkumpulan menuai), seka gong (perkumpulan gamelan. Seka-seka seperti ini biasanya merupakan perkumpulan yang terlepas dari organisasi desa dan banjar.


ANALISIS TERHADAP PARAGRAF-PARAGRAF YANG TERDAPAT DALAM KARANGAN EKSPOSISI BERJUDUL “SISTEM POLITIK DI MASYARAKAT BALI”

Secara keseluruhan, karangan tersebut adalah karangan eksposisi, sebab:

  • Memberitahu, mengupas, menguraikan dan menerangkan sesuatu yang berupa data factual. Data factual yang dimaksudkan adalah data tentang system politik di masyarakat Bali yang secara factual memang ada dalam kenyataan.

  • Mengikuti teknik pengembangan eksposisi yaitu teknik identifikasi, yaitu menerangkan sesuatu dengan menyebutkan detailnya secara jelas sehingga dapat memberikan wacana dan wawasan baru bagi pembacanya.


Apabila ditelaah dari masing-pasing paragraf, maka didapatkan lima analisa.

  1. Analisa terhadap paragraf pertama

  1. Analisa dari segi tujuan, posisi, dan fungsi

Paragraf ini merupakan jenis paragraf pembuka, karena:

  • Merupakan pengantar menuju permasalahan yang akan dibahas.

Ditunjukkan oleh kalimat.

  • Menyiapkan pikiran pembaca kepada masalah yang akan diuraikan.

Ditunjukkan pada kalimat (1) dan (2) yang menguraikan.

  • Tidak terlalu panjang.

Paragraf pertama tidak terlalu panjang apabila dibandingkan dengan paragraf lain. Paragraf pertama hanya memiliki 5 kalimat yang pendek-pendek sehingga tidak membosankan.

  1. Analisa dari segi letak pikiran utama

Paragraf pertama merupakan jenis paragraf deduktif karena letak pikiran utamanya terletak pada kalimat (5) yang terletak di akhir paragraf.

  1. Analisa dari segi pola pengembangan

Paragraf pertama merupakan jenis paragraf logis antiklimaks, karena diawali dengan menguraikan hal-hal yang tingkatannya tinggi, kemudian berangsur-angsur ke hal yang tingkatannya rendah.

  1. Analisa dari segi bentuk pengembangan

Paragraf pertama merupakan jenis paragraf eksposisi, karena memberitahu, mengupas, menguraikan dan menerangkan sesuatu yang berupa data faktual yaitu mengenai pembagian tanah yang merupakan bagian dari sistem politik di Bali. Paragraf ini juga berisi paparan atau pendapat dengan harapan dapat memperluas wawasan, pandangan, dan pengetahuan pembaca


  1. Analisa terhadap paragraf kedua

  1. Analisa dari segi tujuan, posisi, dan fungsi

Paragraf kedua merupakan jenis paragraf penghubung, karena merupakan paragraf yang berisi inti persoalan. Disamping itu, paragraf ini juga memenuhi syarat yang hendaknya dipenuhi dalam paragraf penghubung antara lain:

  • Berisi inti persoalan yang akan dikemukakan yaitu mengenai pola perkampungan dai Bali bererta sistem pemerintahannya yang mengacu pada sistem politik.

  • Analisa masalah, yang ditunjukkan oleh kalimat (1) sampai dengan kalimat (4)

  • Antara paragraf dengan paragraf harus berhubungan secara logis. Paragraf mempunyai hubungan dengan paragraf sebelumnya secara logis. Kelogisannya terletak pada konsistensi dalam membahas tema yaitu tentang sistem politik di masyarakat Bali.

  1. Analisa dari segi letak pikiran utama

Paragraf kedua merupakan jenis paragraf menyebar karena tidak memiliki kalimat utama. Pikiran utamanya menyebar pada seluruh paragraf atau tersirat pada kalimat-kalimat penjelas.

  1. Analisa dari segi pola pengembangan

Paragraf kedua merupakan jenis paragraf logis klimaks, karena didahului dengan penjelasan hal-hal yang berkedudukan rendah, kemudian berangsur-angsur naik ke hal-hal yang berkedudukan tinggi.

  1. Analisa dari segi bentuk pengembangan

Paragraf kedua merupakan jenis paragraf eksposisi, karena memberitahu, mengupas, menguraikan dan menerangkan sesuatu yang berupa data faktual yaitu mengenai pembagian tanah yang merupakan bagian dari sistem politik di Bali. Paragraf ini juga berisi paparan atau pendapat dengan harapan dapat memperluas wawasan, pandangan, dan pengetahuan pembaca


  1. Analisa terhadap paragraf ketiga

  1. Analisa dari segi tujuan, posisi, dan fungsi

Paragraf ketiga merupakan jenis paragraf penghubung, karena merupakan paragraf yang berisi inti persoalan. Disamping itu, paragraf ini juga memenuhi syarat yang hendaknya dipenuhi dalam paragraf penghubung antara lain:

  • Berisi inti persoalan yang akan dikemukakan yakni tentang kesatuan wilayah di Bali.

  • Analisa masalah tentang system banjar di Bali.

  • Antara paragraf dengan paragraf harus berhubungan secara logis. Paragraf ketiga mempunyai hubungan dengan paragraf sebelumnya secara logis. Kelogisannya terletak pada konsistensi dalam membahas tema yaitu tentang system politik yang dipergunakan dalam masyarakat Bali.

  1. Analisa dari segi letak pikiran utama

Paragraf ketiga merupakan jenis paragraf menyebar, karena tidak memiliki kalimat utama. Pikiran utamanya menyebar pada seluruh paragraf atau tersirat pada kalimat-kalimat penjelas.

  1. Analisa dari segi pola pengembangan

Paragraf ketiga merupakan jenis paragraf contoh, karena ada kalimat (1) yang mencontohkan kesatuan keagamaan, dan kalimat (2) yang menontohkan kesatuan organisasi.

  1. Analisa dari segi bentuk pengembangan

Paragraf ketiga merupakan jenis paragraf eksposisi, karena memberitahu, mengupas, menguraikan dan menerangkan sesuatu yang berupa data faktual yaitu mengenai pembagian tanah yang merupakan bagian dari sistem politik di Bali. Paragraf ini juga berisi paparan atau pendapat dengan harapan dapat memperluas wawasan, pandangan, dan pengetahuan pembaca


  1. Analisa terhadap paragraph keempat

  1. Analisa dari segi tujuan, posisi, dan fungsi

Paragraf keempat merupakan jenis paragraf penghubung, karena merupakan paragraf yang berisi inti persoalan. Disamping itu, paragraf ini juga memenuhi syarat yang hendaknya dipenuhi dalam paragraf penghubung antara lain:

  • Berisi inti persoalan yang akan dikemukakan

  • Analisa masalah

  • Antara paragraf dengan paragraf harus berhubungan secara logis. Paragraf keempat mempunyai hubungan dengan paragraf sebelumnya secara logis. Kelogisannya terletak pada konsistensi dalam membahas tema yaitu tentang system politik di Bali.

  1. Analisa dari segi letak pikiran utama

Paragraf keempat merupakan jenis paragraf deduktif karena pokok pikirannya terletak pada kalimat (10 yang terdapat di awal paragraf.

  1. Analisa dari segi pola pengembangan

Paragraf keempat merupakan jenis paragraf logis definisi, karena menjelaskan tentang suatu hal yakni menjelaskan tentang Subak.

  1. Analisa dari segi bentuk pengembangan

Paragraf keempat merupakan jenis paragraf eksposisi, karena memberitahu, mengupas, menguraikan dan menerangkan sesuatu yang berupa data faktual yaitu mengenai pembagian tanah yang merupakan bagian dari sistem politik di Bali. Paragraf ini juga berisi paparan atau pendapat dengan harapan dapat memperluas wawasan, pandangan, dan pengetahuan pembaca.


  1. Analisa terhadap paragraf kelima

  1. Analisa dari segi tujuan, posisi, dan fungsi

Paragraf kelima merupakan jenis paragraf penutup, karena merupakan paragraf yang berfungsi untuk mengakhiri sebuah karangan. Disamping itu, paragraf kelima juga telah memenuhi syarat yang hendaknya dipenuhi dalam paragraf penutup antara lain:

• Mengakhiri sebuah karangan/wacana

• Berisi kesimpulan, penegasan dari paragraf penghubung

• Pendek

  1. Analisa dari segi letak pikiran utama

Paragraf kelima merupakan jenis paragraf deduktif karena pikiran utamanya terletak pada awal paragraf yaitu pada kalimat (1).

  1. Analisa dari segi pola pengembangan

Paragraf kelima merupakan jenis paragraf logis klasifikasi, karena dalam kalimat (2), (4), dan (6) terdapat pengklasifikasian hal-hal yang difaktorkan dalam kalimat (1), (3), dan (5).

  1. Analisa dari segi bentuk pengembangan

Paragraf kelima merupakan jenis paragraf eksposisi, karena memberitahu, mengupas, menguraikan dan menerangkan sesuatu yang berupa data faktual yaitu mengenai pembagian tanah yang merupakan bagian dari sistem politik di Bali. Paragraf ini juga berisi paparan atau pendapat dengan harapan dapat memperluas wawasan, pandangan, dan pengetahuan pembaca

1 komentar:

Sari dan Mhutiy mengatakan...

itu ada pendapat,argumentasi dan pengulang pendapat

Searching

Memuat...