Senin, 16 November 2009

Soal Pragmatik

  1. Pragmatik memiliki kedekatan hubungan dengan sintaksis dan semantic. Jelaskan hubungannya itu dan berilah contoh analisisnya yang membedakan ketiganya
Jawab :

Sintaksis adalah studi tentang antara bentuk-bentuk kebahasaan, bagaimana menyusun bentuk-bentuk kebahasaan itu dalam suatu urutan (tatanan) dan urutan mana yang tersusun dengan baik.

Semantik adalah studi tentang hubungan antara bentuk-bentuk lingual dengan entitas/maujud di dunia, yaitu bagaimana hubungan kata-kata dengan sesuatu secara harfiah; kajian hubungan antara deskripsi verbal dan pernyataan-pernyataan hubungan di dunia secara akurat atau tidak, tanpa menghiraukan siapa yang menghasilkan deskripsi tersebut.

Pragmatik adalah studi tentang hubungan antara bentuk-bentuk lingual dengan pemakai bentuk-bentuk itu.


Hubungan antara pragmatik dengan sintaksis, ada 3 konsep yakni :

Semantisme : dimana kajian semantik merupakan kajian diatas pragmatik, artinya didalam kajian semantik masih ada sub kajian diantaranya pragmatik.

Pragmatisme : pada hubungan ini kajian pragmatik merupakan kajian yang terluas cakupannya, hingga membawahi kajian semantik

Komplementerisme : kajian semantik dan pragmatik pada konsep ini sebenarnya mereka berdiri sendiri tetapi keduanya mempunyai ikatan yang kuat karena kerja mereka tak bisa dipisahkan (saling melengkapi).


Hubungan antara pragmatik dengan sintaksis

Seperti yang kita ketahui bahwa sintaksis merupakan kajian yang terbatas pada struktur saja tanpa melampaui hingga bahasan makna maupun pengguna bahasa tersebut. Tetapi 2 kajian ini masih berhubungan karena berada pada 1 koridor yakni linguistik.

Contoh : “Aku berteman sepi”

Kalimat diatas tentu apabila kita gunakan logika merupakan hal yang tidak masuk akal. Tetapi dalam kajian sintaksis hal tersebut sudah memenuhi konsep yang terdapat didalamnya. Namun, pada dasarnya diperlukan suatu pemahaman makana ujaran pada pengguna bahasa yang dikaji dalam kajian pragmatik.


  1. Pragamtik oleh George Yule dianalogikan dengan “keranjang sampah”. Jelaskan maksud “keranjang sampah” pragmatik dan berilah contoh kajiannya!


Jawab :

Apabila kita melihat keranjang sampah tentu yang berada di benak kita ialah sesuatu yang tidak artinya atau tidak berguna lagi. Demikianlah pragmatik tersebut, pragmatik merupakan sesuatu yang tidak menarik, tidak terperikan atau bersifat negatif. Selama ini orang-orang menganggap bahwa bahasa merupakan sesuatu yang teratur. Pendapat orang tersebut ternyata salah justru berawal dari yang tidak menarik tersebut dapat berubah menjadi menarik, mempunyai keteraturan dan dapat dianalisi.


Contoh :

Percakapan 1

Octa : Kapan kita liburan?

Luci : bulan April


Percakapan 2

Octa : Kapan kita liburan?

Luci : Matahari terasa menyengat


Yang terdapat dalam kajian pragmatik merupakan percakapan 2, hal tersebut dikarenakan pada percakapan pertama kedua orang tersebut masih bisa terjalin sambungan sedangkan pada percakapan kedua diperlukan persamaan persepsi bila ingin terjadi hubungan yang searah.


  1. Pragmatik adalah kajian tentang makna kontekstual. Apa maksud pernyataan tersebut dan berilah contohnya!

Jawab :

Hal yang dikaji dalam pragmatik mengacu pada konteks. Percakapan yang tidak teratur, yang masuk ke dalam kajian pragmatik dapat dianalisis dengan memahami konteks atau situasinya.


Contoh :

(percakapan antara 2 orang gadis remaja)

Cewek 1 : kamu beda hari ini. Ada apa?

Cewek 2 : Bulannya datang terlamabat


Konteks percakapan diatas dilakukan oleh 2 orang gadis remaja, sehingga kasus yang terjadi pada seorang gadis tersebut tidak jauh-jauh dari kejadian rutinitas gadis remaja tersebut. Kita tentu mempunyai praanggapan terhadap kejadian tersebut berdasarkan konteks percakapannya.


  1. Jika anda membuat skripsi pada akhir program. Skripsi yang seprti apakah yang dapat memenuhi kaidah-kaidah dari prinsip kerjasama Grice? Jelaskan!


Jawab :

  1. Maksim kuantitas

Sebelum kita membuat skripsi, tentu kita telah membuat rancangan skripsi tersebut. Apa yang kita bahas haruslah dibarengi dengan data yang cukup, tidak kurang dan tidak lebih, sehingga pokok kajian yang akan kita bahas sesuai dengan rencana awal pembuatan sripsi tersebut.

  1. Maksim kualitas

Dalam proses pembuatan skripsi kita harus mematangkan data yang digunakan, agar pokok masalah kita bisa terpecahkan. Oleh karena itu diperlukan data yang valid bukan rekayasa penulis itu sendiri.

  1. Maksim hubungan

Kita harus menimbang apakah data yang kita peroleh sudah memecahkan pokok permasalahan kita atau menjadikan masalah lain diluar masalah awal kita buat.

  1. Maksim cara

Skripsi kita dapat dikatakan berhasil apabila pembaca dapat menangkap semua gagasan yang kita berikan. Pembaca tidak merasa bingung dengan cara pemaparan penulis. Gaya penulisan yang singkat tetapi jelas mungkin dapat kita lakukan agar pembaca menemukan pemecahan masalahnya secara cepat.


  1. a. Pada dialog ini terdapan undur mengancam muka positif mitra tutur yang dilakukan oleh penutur. Kata-kata yang diujarkan oleh penutur berupa umpatan-umpatan seperti “bedhes, monyet, goblok, anak kecu, gerombolan maling…” merupakan sebuah ujaran mengkritik yang sesuai fakta , karena mitra tutur tidak melakukan apa yang diperintahkan.


b. Deiksis : ada beberapa jenis deiksis yaitu:

mu” : deiksis persona (“mu” dalam kata pragmatikmu menunjukkan kepunyaan mahasiswa A)

ini”: deiksis wacana (“ini” menunjukkan tugas pragmatik mahasiswa A yang dibawa oleh yang bersangkutan kemudian diberikan kepada mahasiswa B )

c. Dialog c melanggar prinsip kerjasama grice yaitu maksim kualitas. Pada dialog tersebut diungkapkan penggunaan majas ironi. Bos melakukan penyidiran kepada anak buahnya yang datang terlambat dengan mengucapkan selamat pagi padahal jam masuk kantor telah lebih 1 jam.


d. terdapat penggunaan maksim kerendahan hati, dimana si tamu merasa tidak enak terhadap tawaran pemilik rumah. Si tamu memiliki rasa sungkan karena diistemewakan oleh pemilik rumah. Hal ini menunjukkan bahwa tamu menghormati pemilik rumah tersebut.


e. Dialog ini sedikit mengacam muka negatif mitra tutur dimana kalimat “ruangannya panas, ya” sebenarnya merupakan perintah untuk membuka jendela tersebut. Penutur sebenarnya ingin memerintah mitra tutur tetapi dengan ungkapan yang halus.







Tidak ada komentar:

Searching